Wu Zetian Permaisuri dan Kaisar Perempuan Tiongkok yang Legendaris

Wu Zetian Permaisuri dan Kaisar Perempuan Tiongkok yang Legendaris

Wu Zetian adalah salah satu tokoh paling kontroversial dan berpengaruh dalam sejarah Tiongkok. Ia lahir pada tahun 624 Masehi dan naik tahta pada tahun 690 Masehi, menjadi satu-satunya perempuan dalam sejarah Tiongkok yang memegang gelar kaisar. Wu Zetian merupakan anggota istana yang cerdas dan ambisius, yang menempuh perjalanan yang panjang dan rumit untuk mencapai kekuasaan tertinggi di Tiongkok.

Wu Zetian awalnya adalah seorang selir dari Kaisar Taizong, kemudian menjadi selir dari putranya, Kaisar Gaozong. Setelah kematian Kaisar Gaozong, Wu Zetian menjabat sebagai wali bagi putranya yang masih kecil, Kaisar Zhongzong. Namun, dengan kecerdasannya dan manipulasinya, Wu Zetian berhasil merebut kekuasaan dari tangan putranya dan menjadikan dirinya sebagai kaisar perempuan pertama dalam sejarah Tiongkok pada tahun 690 Masehi.

Selama masa pemerintahannya yang panjang, Wu Zetian memperkenalkan berbagai reformasi politik dan sosial yang penting. Dia memperluas administrasi pemerintahan, meningkatkan status perempuan dalam masyarakat, dan memperkenalkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada petani dan rakyat jelata. Dia juga mendukung perkembangan seni dan sastra, yang menghasilkan periode keemasan dalam sejarah Tiongkok.

Meskipun banyak prestasi positifnya, Wu Zetian juga dikenal karena kekejamannya dalam mengamankan kekuasaannya. Dia dituduh melakukan pembunuhan terhadap lawan politiknya dan menggunakan intrik kekuasaan untuk mengamankan posisinya sebagai kaisar. Namun, di sisi lain, Wu Zetian juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang berwawasan luas dan mampu mengelola negara dengan baik, terutama dalam hal kebijakan luar negeri dan ekonomi.

Wu Zetian wafat pada tahun 705 Masehi, tetapi warisannya tetap hidup dalam sejarah Tiongkok. Dia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah politik, sosial, dan budaya Tiongkok, dan merupakan salah satu tokoh paling menonjol dalam sejarah Tiongkok kuno.

17 March 2024 | Informasi

Related Post

Copyright 2023 - Yilzena